“... perlulah anak anak [Taman Siswa] kita dekatkan hidupnya
kepada perikehidupan rakyat, agar supaya mereka tidak hanya
memiliki ‘pengetahuan’ saja tentang hidup rakyatnya, akan tetapi
juga dapat ‘mengalaminya’ sendiri , dan kemudian tidak hidup
berpisahan dengan rakyatnya.” Ki Hadjar Dewantara
Sistem pendidikan Indonesia merancang adanya Profil Pelajar Pancasila. Adapun dimensi dari profil pelajar pancasila yaitu
1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, dan berakhlak mulia.
2. Berkebinekaan global.
3. Bergotong-royong.
4. Mandiri.
5. Bernalar kritis.
6. Kreatif.
Guna mewujudkan profil pelajar Pancasila, maka pemerintah membuat proyek penguatan profil pelajar Pancasila (P5). Setiap sekolah diminta membuat proyek tersebut pada setiap tingkat kelasnya. Melalui proyek tersebut, siswa diharapkan memiliki karakter pelajar Pancasila.
Kurikulum yang digunakan di SD Kanisius Sengkan adalah K13 plus dan memilih Kurikulum Merdeka yaitu Mandiri Belajar. SD Kanisius Sengkan sudah menerapkan P5 dalam pembelajarannya. Setiap jenjang kelas menerapkan P5 dengan memilih tema ataupun dimensi yang tersedia. Kegiatan P5 dilaksanakan 1 kali setiap semester.
Di semester 1, kegiatan P5 yang dipilih kelas 6 SD Kanisius Sengkan yaitu dimensi gotong-royong dan kreatif. Kegiatan yang dilakukan yaitu membuat kreasi olahan ubi dan menjualnya. Kegiatan ini dilakukan secara berkelompok dengan anggota 5 hingga 6 siswa.
Alur perencanaan kegiatan P5 kelas 6 ini adalah
Berikut adalah tema dan dimensi yang digunakan dalam kegiatan P5 ini.




1 Komentar
Mantap bu, bisa menjadi referensi kegiatan P5
BalasHapus